Ilmu

Lubang Hitam Mungkin Hanya Ilusi Raksasa Menurut Penelitian Baru

Lubang Hitam Mungkin Hanya Ilusi Raksasa Menurut Penelitian Baru

Teori tentang lubang hitam telah menjadi berita baru-baru ini, dan penelitian baru mulai menunjukkan bukti bahwa lubang hitam bukan 3 dimensi, melainkan hanya ilusi optik di alam semesta. Ketika fisika kuantum mulai berperan dalam teori lubang hitam, beberapa hasil yang agak aneh terlihat. Sebelumnya, fisikawan terkenal Stephen Hawking menegaskan bahwa lubang hitam pada akhirnya akan menguap jika diberi waktu yang cukup. Menurut Futurisme, tim peneliti baru telah menemukan bahwa lubang hitam sebenarnya bukan lubang, melainkan lubang hologram 2 dimensi datar.

Teori ini menjadi sedikit lebih masuk akal ketika Anda menyelami beberapa masalah yang muncul di masa lalu yang menjelaskan teori gravitasi Einstein di dalam batasan lubang hitam sehubungan dengan fisika kuantum. Masalah lain yang muncul dalam teori-teori saat ini adalah bahwa benda-benda, pada kenyataannya, meninggalkan lubang hitam ketika sesuatu yang baru tersedot masuk. Namun, partikel-partikel kuantum yang meninggalkan ini sama sekali tidak seperti apa yang masuk. Ini menjadi masalah jika Anda tetap sejalan dengan teori ituinformasi tidak dapat dihancurkan, seperti energi. Hal-hal yang keluar tidak berhubungan dengan informasi apa pun yang masuk, jadi di mana tepatnya informasi itu ditransfer?

Menurut Science Alert, lubang hitam menjadi hologram yang terjadi secara alami saat tunduk pada hukum pengamatan 3 dimensi. Dengan menggunakan teori Loop Quantum Gravity, Daniele Pranzetti dari Max Planck Institute for Theoretical Physics di Jerman, dapat menentukan kalkulasi yang sejalan dengan hukum fisika lain yang diketahui sambil juga menjelaskan paradoks informasi seputar lubang hitam.

[Sumber Gambar: SISSA]

Teori baru ini pada dasarnya menyatakan bahwa segala sesuatu yang membentuk lubang hitam hanya dapat dijelaskan dengan yang ada dalam 2 dimensi. Artinya, lubang hitam tampak terdistorsi saat kita melihatnya dari dunia 3 dimensi. Jika Anda mengetahui sesuatu tentang mengamati objek di dimensi lain dari dimensi kita, ini bisa menjadi sedikit rumit. Tim menghubungkan entropi lubang hitam ke area permukaannya, bukan volumenya seperti yang diperkirakan sebelumnya, menurut Tech Insider.

Masih banyak yang belum kita ketahui tentang fenomena ini, tetapi penelitian baru ini sepertinya akan bertahan dan secara konkret menjelaskan anomali fisik yang muncul saat mengamati interaksi kuantum dengan lubang hitam.

LIHAT JUGA: Teori Baru Dengan Sempurna Menjelaskan Bagaimana Bentuk Lubang Hitam


Tonton videonya: Ada Lubang Hitam Black Hole Di Dekat Bumi, Ini Yang Akan Terjadi (Desember 2021).