Pertahanan & Militer

China Berhasil Menguji Rudal Hipersonik Baru

China Berhasil Menguji Rudal Hipersonik Baru

Menurut Pentagon, China telah menyelesaikan uji coba rudal hipersonik canggih mereka yang berpotensi membawa hulu ledak nuklir melalui area dengan teknologi pertahanan rudal. Pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya mengkonfirmasi tes tersebut, menurut Washington Free Beacon, yang membuat banyak orang khawatir tentang kemungkinan implikasinya.

Rudal baru, bernama DF-ZF, diluncurkan dari sebuah situs di China tengah yang kemudian dilacak oleh satelit Amerika. Satelit-satelit ini melacak rudal tersebut sejauh ribuan mil sampai mencapai target akhirnya, kemungkinan di suatu tempat di tengah laut lepas pantai barat China.

Ketakutan tentang kemampuan untuk meluncurkan rudal hipersonik mengelilingi pengumuman tersebut, karena memiliki proyektil yang mampu melintas 11.000 kilometer per jam akan membuat sistem pertahanan rudal modern menjadi usang. Yang paling mencengangkan, misil ini dianggap sebagai pesawat layang, artinya tidak ada mekanisme dorong di dalam pesawat. Rudal luncur seperti DF-ZF diangkat ke atmosfer atas oleh rudal balistik di mana mereka kemudian meluncur ke bawah ke target dengan kecepatan hipersonik.

[Sumber Gambar: Wikimedia]

Pengumuman uji coba rudal glider hipersonik China ini datang hanya beberapa hari setelah pengumuman uji coba peluncur serupa Rusia hanya beberapa hari sebelumnya, menurut RT. Pada bulan April, direktur badan pertahanan rudal Pentagon, James Syring, mengatakan kepada Senat AS bahwa dua negara menimbulkan ancaman ICBM hipersonik yang terus meningkat, tanpa menyebut kedua negara tersebut. Menyusul dua pengumuman pengujian ini, kemungkinan negara-negara yang dibicarakan Syring adalah Rusia dan China, dua negara di mana AS tidak dianggap berhubungan baik.

Masih ada garis waktu yang agak berlarut-larut di mana rudal hipersonik ini akan siap untuk implementasi sebenarnya. Diharapkan glider hipersonik Cina akan menjadi lapangan siap pada tahun 2021. Hingga saat ini, AS belum mengumumkan rencana untuk membangun rudal hipersonik, setidaknya secara publik. Pertanyaan sulit tetap ada, apa sebenarnya kebutuhan rudal hipersonik, kecuali mungkin menghindari sistem pertahanan. Lalu pertanyaannya menjadi, siapakah yang menjadi target sasaran China?

LIHAT JUGA: Senjata Rusia Dapat Mematikan Satelit Musuh


Tonton videonya: Rusia dan china berhasil membuat rudal hypersonick As tak mampu menandinginya (Desember 2020).