Biologi

Implan Otak Memulihkan Penggunaan Lengan Pria yang Lumpuh

Implan Otak Memulihkan Penggunaan Lengan Pria yang Lumpuh

Untuk pertama kalinya, seorang pria yang lumpuh mendapatkan kembali kemampuan untuk menggerakkan tangannya hanya dengan menggunakan sinyal dari otaknya. Sebuah studi baru dari Ohio State University memelopori penelitian yang memungkinkan Ian Brukhart untuk menggerakkan tangannya sekali lagi, bahkan dapat melakukan tugas sehari-hari dengan tangannya. Teknologi sebelumnya menggunakan robotika atau sensor saraf di lengan pasien, tetapi teknologi ini adalah yang pertama menggunakan chip yang ditanamkan di otak pasien yang membaca pikirannya dan menerjemahkan sinyal itu ke elektroda di lengannya. Pada dasarnya perangkat tersebut membuat sirkuit pendek ke otak dan memungkinkannya untuk mengontrol otot sekali lagi, menghindari jalur yang rusak.

Sejauh ini, perangkat tersebut cukup terbatas pada aplikasinya, karena Ian hanya dapat menggunakannya jika ia dalam perawatan dan pengawasan staf medis di Wexner Medical Center. Namun, bagi seseorang yang lumpuh, bisa menggerakkan tangannya meski hanya beberapa jam dalam seminggu adalah perasaan yang luar biasa. Tim mengembangkan selubung khusus yang terhubung ke komputer yang menerjemahkan gelombang otak pasien menjadi data yang dapat digunakan.

Menurut Time, Burkhart adalah seorang mahasiswa baru ketika dia menderita cedera otak yang parah setelah menyelam ke dalam gelombang laut, tanpa menyadari ada bar pasir di bawahnya. Chip kecil yang ditanamkan di otak Ian berisi 96 elektroda berbeda yang menghubungkan ke tempat otak akan mengirim sinyal ke anggota tubuh yang lumpuh. Melalui penempatan yang cermat oleh para ahli bedah di belakang penelitian, terobosan ini mendapatkan landasan baru.

[Sumber Gambar: Pusat Medis OSU Wexner]

Sensasi di lengan Burkhart rupanya terasa seperti sedikit kesemutan, namun hal ini jauh dibayangi oleh kemampuannya untuk menggerakkan lengannya. Satu hal yang mungkin tidak Anda sadari tentang membuat teknologi ini bekerja adalah jumlah geser konsentrasi yang diperlukan untuk memfokuskan gelombang otak Anda. Memindahkan pelengkap kita sekarang seringkali membutuhkan sedikit pemikiran, tetapi mengarahkan pikiran Anda ke bagian tubuh yang tidak Anda miliki merupakan tantangan yang cukup, menurut Burkhart. Algoritma komputer yang menafsirkan pikirannya secara aktif belajar dan meningkatkan kemampuannya dalam menerjemahkan pikiran menjadi impuls listrik yang sebenarnya.

[Sumber Gambar: Pusat Medis OSU Wexner]

Meskipun teknologi ini masih dalam tahap awal, ini merupakan terobosan besar dalam hal memahami bagaimana otak berfungsi dan merespons trauma. Para peneliti ingin meningkatkan teknologi dengan kemungkinan membuat chip implan yang tidak terlalu invasif dan bahkan mengganti selongsong elektroda dengan perangkat yang dapat ditanamkan sepenuhnya. Siapa tahu, mungkin dalam waktu dekat, kelumpuhan akan menjadi gangguan yang bisa disembuhkan.

LIHAT JUGA: Sistem Stimulasi Otak Dapat Mengajari Anda Cara Terbang


Tonton videonya: Stroke Tak bisa jalan dan bicara 3thn. Angga Praja Buana (Desember 2020).